PT ELSA TOUR TRANSPORT          SPECIALIST TOUR & TRANSPORT            www.traveltourlampung.com

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • bootstrap carousel
  • 6
responsive carousel by WOWSlider.com v7.6
  • slideshow html
  • 22
javascript slider by WOWSlider.com v7.6

Travel Lampung dan Pagoda Pulau Kemaro Palembang

Travel Lampung dan Pagoda Pulau Kemaro Palembang

Travel Lampung dan Pagoda Pulau Kemaro Palembang BY. PT.Elsa Tour & Transport

Berkunjung ke Palembang belum lengkap rasanya jika tidak menyempatkan diri berkunjung ke Jembatan Ampera. Biasanya, wisatawan tidak berhenti sampai di sini saja. Di dermaga yang berada di jembatan Ampera banyak terdapat perahu yang dapat membawa Anda ke Pulau Kemaro. Nama Kemaro sendiri diambil dari kata kemarau. Sesuai dengan namanya, menururt cerita yang beredar, pulau ini tidak pernah terendam air, bahkan saat Sungai Musi meluap sekalipun.

Pulau Kemaro merupakan sebuah yang berjarak hanya 10 km saja dari pusat kota Palembang. Pulau cantik ini berada di delta Sungai Musi. Kini
Pulau Kemaro menjadi salah satu daya tarik wisata Palembang yang menarik. Ada banyak tempat wisata bernuansa Tiongkok di pulau ini. Mulai
dari Klenteng Soei Goeat Kiong atau yang dikenal luas dengan nama Dewi Kwan Im, Makam Tan Bun An dan Siti Fatimah dan tentu saja Pagoda
berlantai sembilan yang terkenal itu.

Makam yang berada di dekat klenteng ini pun memiliki ceritera tersendiri. Di dekat makam tersebut terdapat pohon 1000 cinta. Konon katanya
jika menuliskan nama bersama pasangan akan lenggeng selamanya. Dikisahkan Tan Bun An merupakan seorang saudagar Tiongkok yang menjalin asmara dengan orang Paembang bernama Siti Fatimah.
Setelah menikah, Tan Bun An membuka hadiah dari orang tua Siti Fatimah. Saat itu Tan Bun An berada di Sungai Musi. Karena kaget mendapati
hadiah berupa guci berisi sawi, maka Tan Bun An pun merasa kecewa lalu membuang ke sungai. Betapa kagetnya Tan Bun An ketika melihat tidak
sengaja memecahkan guci yang akan ia buang. Ternyata di dalam guci tersebut tidak hanya terdapat sawi saja, namun tersimpan pula harta karun
di dalamnya. Karena merasa menyesal, Tan Bun An pun akhirnya menceburkan diri ke sungai. Hal ini kemudian disusul oleh pengawal dan juga Siti
Fatimah.

Legenda tersebut melengkapi sejarah dan legenda di Pulau Kemaro. Legenda ini dapat dilihat pula di lantai dasar Pagoda yang terkenal itu.
Sayangnya, kelenteng ini hanya boleh dimasuki oleh orang yang akan beribadah saja. Menariknya, perayaan Cap Go Meh di Klenteng Soei Goeat
Kiong dikenal pula dengan legenda mencari jodohnya. Konon, anak perempuan jaman dulu hanya diperbolehkan keluar rumah saat perayaan Cap go
Meh saja. Jadi selain merayakan tahun baru, perayaan Cap Go Meh dimanfaatkan muda-mudi untuk saling mengenal.

Hingga kini legenda ini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Tionghoa, baik lokal hingga asing. Tidak jarang warga Tionghoa dari
Singapura, Malaysia hingga Hongkong pun tertarik merayakan tahun baru di pulau cantik ini. Setiap tahunnya, terdapat sekitar 70.000
wisatawan yang ikut meramaikan perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro.

Demikianlah info dari kami, semoga bermanfaat.

SALAM PARIWISATA BY. PT. ELSA TOUR & TRANSPORT

Leave a Comment

%d bloggers like this: